11 Cara Budidaya Ternak Kambing yang Sukses dan Menguntungkan

cara ternak kambing modern yang sukses

Cara Budidaya Ternak kambing – Ditengah lapangan kerja yang kian sempit di pedesaan membuat mayoritas para pemuda di desa lebih memilih untuk mengadu nasib di kota. Ada yang bekerja sebagai buruh bangunan, buruh pabrik, sopir pribadi, pedagang maupun profesi lainnya.

Padahal kalau diteliti secara seksama, peluang usaha di desa pun cukup banyak dan beragam. Dan keuntungan yang didapat juga sangat menjanjikan. Salah satunya mencoba bisnis peternakan kambing.

Bagi Anda yang terbiasa hidup di pedesaan pastinya sudah tidak asing lagi dengan kehadiran hewan ternak seperti sapi, domba, ternak ayam petelur, ayam broiler, bebek maupun kambing. Namun kebanyakan usaha tersebut dilakukan masyarakat desa secara tradisional. Sehingga tidak bisa memberikan keuntungan secara maksimal.

Padahal kalau di lakukan dengan cara yang benar, Anda bisa memperoleh penghasilan yang lumayan besar dari bisnis ternak kambing. Kalau bicara soal modal, Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa memulai usaha peternakan kambing dengan modal yang relatif kecil.

A. Prospek Budidaya Ternak Kambing

Jika membicarakan tentang prospek bisnis peternakan tentunya memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Tidak terkecuali dengan usaha peternakan kambing.

Apa saja kelebihan dari budidaya ternak kambing?

1. Pangsa Pasar Luas

Saat ini daging kambing banyak dicari oleh pecinta kuliner. Banyak pebisnis makanan yang menjadikan daging kambing sebagai menu utama. Contohnya saja seperti gulai kambing, sate kambing, semur kambing dan sop kambing.

pangsa pasar kambing masih luas
sumber gambar via linkaqiqah.com

Sudah banyak masyarakat yang mengetahui bahwa daging kambing mempunyai banyak vitamin, kalori, lemak, protein dan nutrisi tinggi yang berguna untuk menjaga kecukupan gizi bagi tubuh manusia. Sehingga mengkomsumsi olahan makanan dari daging kambing menjadi sesuatu hal yang wajib bagi sebagian masyarakat.

Disamping itu, daging kambing banyak di cari menjelang hari raya Idul Adha. Dimana seluruh umat muslim di dunia merayakannya dengan menyembelih hewan kurban. Permintaan akan hewan khususnya sapi dan kambing akan meningkat pesat pada momen-momen ini. Belum lagi permintaan untuk pelaksanaan aqiqah yang juga semakin tinggi.

Masyarakat juga sudah mulai paham manfaat susu kambing. Susu dari hewan mamalia ini berkhasiat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit tertentu dan menjaga kesehatan tubuh manusia. Susu kambing mengandung vitamin B12, vitamin A, magnesium, kalsium, lemak, protein, kalori, air, protein dan nutrisi sangat tinggi.

Saat ini Susu kambing telah banyak beredar di pasaran dengan harga terjangkau. Baik yang dikemas dalam kemasan botol maupun plastik. Untuk mendapatkannya Anda bisa membelinya di apotek maupun agen susu kambing terdekat.

Melihat fakta-fakta diatas, rasanya pangsa pasar untuk kambing sangatlah besar. Jadi Anda tidak perlu takut ternak kambing Anda tidak laku.

2. Modal Kecil

Siapa bilang memulai usaha ternak kambing harus mengeluarkan modal yang besar?

Harga bibit anakan kambing di pasaran berkisar antara Rp 500.000 – Rp 700.000. Jika Anda memiliki modal 5 juta, Anda sudah bisa memelihara 7-8 kambing. Anda bisa memelihara 2 jantan dan 5 betina agar bisa berkembang biak lebih cepat.

3. Harga Jual Tinggi

Saat ini harga jual kambing di pasaran sangatlah tinggi. Untuk dagingnya saja per kilo di hargai diatas Rp 100.000. Tak heran jika harga 1 ekor kambing jantan berukuran besar bisa mencapai Rp 2,5 juta – Rp 3 juta. Sedangkan untuk betina harganya mencapai Rp 1,5 juta –Rp 2 juta.

Belum lagi jika masa panen Anda tepat menjelang hari raya idul Adha. Harga kambing dapat melonjak lebih mahal. Bayangkan saja jika Anda memiliki 10 kambing siap jual di hari raya, Anda bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 25 juta.

4. Pemeliharaannya Mudah

Beternak kambing sangat mudah dijalankan terutama di wilayah pedesaan yang masih alami. Pakan alami yang masih banyak dan lahan yang masih luas. Usaha ternak kambing bisa dengan sistem kandang atau pun digembalakan di lahan yang penuh rerumputan.

Hewan yang satu ini juga memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa. Disamping itu, kambing juga bisa menyesuaikan tempat tinggal. Maka tak heran, kambing impor seperti Etawa pun bisa berkembang biak di negara kita.

Hal ini terjadi karena memelihara kambing cukup mudah. Kalau orang desa memeliharanya dengan sistem tradisional saja bisa sukses panen setiap tahun, apalagi jika Anda memeliharanya dengan sistem ternak kambing modern.

5. Waktu Panen Tidak Lama

Salah satu keuntungan ternak kambing lainnya adalah waktu panen yang relatif sangat singkat dalam waktu satu tahun. Sehingga Anda bisa cepat mendapatkan keuntungan atau laba.

Hanya dalam tempo 1 tahun, 5 ekor kambing betina dan 2 ekor kambing pejantan dapat berkembang biak menjadi 15 ekor kambing. Karena seekor kambing bisa melahirkan 2-4 ekor setiap tahunnya. Bahkan untuk jenis kambing Etawa dan kambing Kacang ada yang bisa melahirkan 2 kali dalam setahun

Untung ruginya beternak kambing tergantung bagaimana cara Anda memelihara kambing itu sendiri. Namun berdasarkan pengalaman para peternak, lebih banyak untungnya beternak kambing dibandingkan ruginya.

Simak juga : 20 peluang usaha paling menguntungkan di desa

B. Mengenal Jenis Kambing Di Indonesia

Sebenarnya ada banyak jenis kambing yang bisa di ternakkan di Indonesia. Namun ada empat jenis kambing yang paling populer dan menghasilkan untung banyak.

Beberapa jenis kambing tersebut diantaranya :

1. Kambing Kacang

beternak kabing kacang
sumber gambar via www.infopeternakan.com

Kambing Kacang adalah kambing khas Indonesia. Kambing ini banyak diminati para peternak karena cepat berkembang biak dan seringkali melahirkan bayi kambing kembar.

Disamping itu, kambing Kacang cepat beradaptasi dengan kondisi alam setempat sehingga memudahkan peternak untuk merawat dan mengembangbiakannya.

Jantan dewasa memiliki tinggi 60-65 cm dengan berat mencapai 25 kg. Sedangkan betina memiliki tinggi 50-55 cm dengan bobot mencapai 20 kg.

2. Kambing Etawa

Kambing Etawa atau biasa di sebut kambing Jamnapari adalah adalah kambing yang didatangkan dari India. Kambing ini memiliki ukuran cukup besar dibandingkan kambing-kambing di Indonesia.

Ciri ciri kambing Etawa diantaranya :

  • Tinggi kambing jantan 90 – 127 cm dengan bobot bisa mencapai 91 kg
  • Tinggi kambing betina mencapai 92 cm dengan bobot 63 kg
  • Ciri fisik lainnya dahi dan hidungnya terlihat cembung
  • Telinga panjang dan terkulai kebawah
  • Dan tanduknya pendek

Keunggulan dari ternak kambing Etawa adalah produksi susunya yang melimbah. Dalam satu hari bisa mengasilkan hingga 3 liter susu. Dagingnya juga sering dimanfaatkan untuk olahan makanan.

3. Kambing PE (Peranakan Etawa)

Kambing PE atau peranakan Etawa adalah hasil kawin silang kambing Kacang lokal dengan kambing Etawa. Kambing ini mudah beradaptasi dengan iklim di Indonesia. Sehingga sangat cocok untuk diternakkan.

Ciri-ciri kambing PE antara lain ;

  • Badannya besar seperti kambing Etawa
  • Bobot jantan mencapai 92 kg
  • Sementara untuk jantan mencapai 63 kg
  • Warna bulunya belang karena hasil kawin silang
  • Bentuk dahi, hidung dan telinga mirip dengan kambing Etawa

4. Kambing Gibas

Kambing Gibas atau biasa di sebut domba merupakan kambing lokal yang menjadi favorit para peternak. Ciri ciri kambing ini memiliki bentuk badan bulat dan bulu tebal dan biasa orang jawa menyebutnya “wedus gembel”

Cara ternak kambing Gibas sangatlah mudah. Tak heran jika banyak orang desa lebih memilih kambing Gibas untuk dipelihara.

Disamping itu, kambing ini juga cukup banyak di ekspor ke luar negeri. Terutama ke Malaysia. Tercatat Malaysia pernah mengimpor lebih dari 2.000 kambing Gibas dari Indonesia.

Selain jenis kambing diatas, masih ada kambing lainnya seperti kambing Jawarandu, kambing Boer, kambing Saanen, kambing Gembrong dan kambing Boerawa. Tinggal Anda memilih jenis kambing apa yang akan Anda ternakkan.

Simak juga : 17 contoh usaha modal 1 juta paling menjanjikan

C. Cara Budidaya Ternak Kambing yang Sukses

Umumnya masyarakat pedesaan beternak kambing masih dengan sistem tradisional. Mereka membuat kandang kambing di samping rumahnya secara sederhana. Dan beternak kambing hanya beberapa ekor saja. Beternak kambing hanya sebagai usaha sampingan untuk menambah pemasukan keluarga.

usaha ternak kambing yang menjanjikan
sumber gambar via www.suksesternakkambing.com

Berbeda jika Anda ingin memperoleh pendapatan yang maksimal dari beternak kambing. Anda harus mengetahui langkah-langkah usahapeternakan kambing yang benar. Sehingga modal yang Anda gelontorkan untuk menjalankan bisnis ternak ini tidak sampai merugi.

Berikut ini cara budidaya ternak kambing agar bisa meraup banyak keuntungan

1. Lakukan Perencanaan yang Matang

Satu hal yang mesti Anda lakukan di awal ialah membuat perencanaan yang matang. Salah satunya ialah mengetahui seluk beluk bagaimana cara beternak kambing terlebih dahulu. Kalau Anda sudah dapat ilmunya, tentu menjalankannya akan lebih mudah.

Anda bisa mendatangi peternak kambing yang Anda kenal didaerah Anda untuk belajar tentang budidaya ternak kambing. Tanyakan apa saja hal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ternak yang satu ini. Mulai dari modal, pembuatan kandang, pemilihan bibit dan lain-lain.

Anda bisa mengikuti pelatihan usaha petertnakan kambing yang diadakan oleh pemerintah seperti Dinas Peternakan maupun lembaga swasta yang ada di kota Anda.

Setelah memiliki bekal ilmu yang cukup. Anda bisa segera memulai budidaya kambing sesuai dengan arahan dari mentor Anda.

2. Persiapan Modal

Harga anakan kambing bersikar antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Semisal Anda memiliki modal 6 juta dengan harga kambing rata-rata Rp 600 ribu, maka Anda akan mendapatkan 10 kambing. Pilihlah 3 kambing jantan dan 7 betina agar Anda bisa mengembangbiakkannya lebih banyak.

Anda tidak harus langsung membeli sepuluh kambing sekaligus. Belilah secara bertahap, misalnya 3 ekor terlebih dahulu agar Anda mudah merawat dan memelihara kambing. Jika sudah mulai terbiasa, barulah Anda bisa menambah jumlah ternak Anda.

Modal lain yang perlu Anda persiapkan adalah pembuatan kandang, modal untuk pakan selama setahun dan juga biaya perawatan. Untuk modal pakan dan perawatan mungkin bisa Anda siapkan sambil jalan.

Namun untuk pembuatan kandang tentu harus dikerjakan sebelum Anda membeli bibit kambing. Sehingga ketika kambing datang, kandang sudah siap untuk menampung mereka.

Baca juga : 15 tips mudah mencari modal usaha

3. Membuat Kandang Kambing Modern

bisnis kambing dengan modal kecil
sumber gambar via www.merdeka.com

Sebenarnya pembuatan kandang kambing tidak membutuhkan modal yang besar. Apalagi jika Anda tinggal didesa. Karena Anda bisa menggunakan kayu sebagai bahan utama. Yang terpenting adalah bagaimana cara membuat kandang kambing yang modern.

Syarat kandang yang layak untuk beternak kambing diantaranya :

  • Usahakan jaraknya cukup jauh dari rumah dan sumur
  • Tempatnya cukup tinggi untuk menghindari genangan air
  • Hindarkan dari tiupan angin terutama malam hari
  • Cukup mendapat sinar matahari

Ukuran kandang untuk peternakan kambing sebenarnya tidaklah terlalu besar. Untuk memelihara 10 ekor kambing, setidaknya siapkan kandang dengan luas 4 x 2 meter. Tidak perlu terlalu besar karena bisa membuat kambing bergerak bebas. Hal ini bertujuan agar pakan yang dikonsumsi tidak banyak terbuang karena banyak beraktivitas.

Untuk model kandang, buatlah desain panggung dengan tinggi kolong minimal 1 meter. Desain panggung akan membuat kondisi kandang lebih bersih karena kotoran akan jatuh ke bawah kolong.

Siapkan terpal atau bekas spanduk dibawah kolong untuk menampung kotoran. Karena jika kotoran dibiarkan langsung ke tanah, bisa menimbulkan bakteri atau virus yang tidak baik untuk kesehatan kambing.

Buatlah tempat pakan kambing dengan tinggi sebahu kambing agar mereka mudah saat Anda memberi makan. Disamping itu, pakan juga tidak akan banyak berserakan dengan ketinggian tersebut.

4. Pemilihan Bibit Kambing

Pemilihan bibit kambing unggul tentu akan menentukan keberhasilan Anda dalam beternak kambing. Karena jika Anda salah memilih bibit kambing yang ternyata kualitasnya jelek, produktivitas ternak Anda tidak akan maksimal.

Tujuan utama dari pembibitan ini ialah agar bisa menghasilkan kambing yang sehat dan berkualitas tinggi baik dari indukan maupun pejantannya.

Ciri ciri bibit kambing jantan maupun betina yang bagus menurut infoagribisnis.com antara lain :

  • Untuk jantan berusia sekitar 1,5 – 3 tahun
  • Untuk betina minimal 10-12 bulan
  • Bentuk tubuh kambing jantan besar dan panjang
  • Bentuk tubuh kambing betina terlihat kompak/padat
  • Kondisi bulu bersih dan mengkilat
  • Badannya sehat dan tidak cacat
  • Bentuk kaki normal tidak bengkok
  • Bibit berasal dari keturunan kembar

5. Pemberian Pakan yang Cukup

Sebenarnya usaha ternak kambing sangat tepat jika dijalankan di pedesaan. Dimana lahan masih luas dan pakan alami berupa rumput, jerami dan daun-daunan yang berlimpah. Bahkan ada beberapa peternak yang langsung mengembalakan kambing agar mencari makan sendiri.

Namun jika ingin mendapatkan hasil ternak yang bagus, pakan rumput dan dedauan saja tidaklah cukup. Anda juga harus menyiapkan makanan tambahan yang bernutrisi sehingga baik untuk pertumbuhan kambing nantinya.

Makanan tambahan atau biasa disebut kosentrat ini terdiri atas dedak atau bekatul, ampas tahu dan ketela pohon yang sudah di potong-potong. Tambahan makanan ini berguna untuk menggemukan kambing lebih cepat.

Namun pada musim kemarau terkadang para peternak harus bekerja keras mencari rumput sampai ke tempat jauh untuk mendapatkan pakan rerumputan bagi kambingnya. Solusinya Anda bisa memberikan pakan fermentasi. Pakan ini berfungsi sebagai pengganti pakan utama kambing

Cara membuat fermentasi pakan khusus kambing dapat Anda pelajari di internet, buku bacaan mengenai cara budidaya kambing dan pengalaman peternak kambing.

Jangan lupa juga untuk memberikan vitamin dan suplemen untuk menjaga kekebalan tubuh kambing agar tidak mudah terkena penyakit dan juga mempercepat pertumbuhannya.

6. Strategi Penjualan Kambing yang Maksimal

Kambing yang siap panen berusia sekitar 8-12 bulanan. Dimana harga jualnya sudah lumayan tinggi. Harga jual kambing juga tergantung dengan jenis dan bobotnya. Itulah sebabnya sejak usia 4-8 bulan adalah waktu yang tepat untuk proses penggemukan.

Untuk pemasaran kambing sangat mudah. Umumnya para bandar akan datang langsung kepada para peternak dan membeli langsung kambing Anda. Namun harga beli dari para bandar biasanya murah karena mereka akan menjual kembali kambing tersebut ke konsumen langsung.

Untuk itu, ada dua cara agar Anda bisa mendapatkan keuntungan maksimal dalam menjualan ternak kambing Anda.

Menjual Saat Idul Adha

Pada waktu hari raya kurban, binatang ternak seperti kambing dijadikan hewan kurban atau sembelihan sebagai rangkaian ibadah kepada Allah SWT. Dan penjualan kambing pada momen ini akan melonjak tajam.

Hal ini juga selaras dengan harga kambing yang juga ikut naik. Harga kambing ukuran kecil bisa diharga Rp 1,8 – Rp 2,3 juta per ekor. Sedangkan untuk ukuran besar bisa mencapai Rp 3,5 juta per ekor.

Tentunya momen ini akan sangat menguntungkan bagi peternak kambing. Apalagi banyak orang yang akan mencari kambing untuk kurban baik ukuran kecil maupun besar. Jadi usahakan menjelang hari raya Idul Aqha, kambing Anda sudah siap panen.

Bekerja Sama dengan Pebisnis Aqiqah

Binatang kambing pun banyak dicari orang yang hendak menyelenggarakan acara aqiqah. Melihat permintaan yang sangat besar terhadap kambing. Membuat usaha ternak kambing begitu sangat menguntungkan dan menjanjikan.

Nah, Anda bisa menjadi penyuplai kambing untuk para pebisnis aqiqah. Sehingga ketika mereka kehabisan kambing karena banyaknya permintaan pasar, mereka akan datang ke peternakan kambing Anda.

Kesimpulan

Selama ini para memelihara kambing dikenal sebagai orang yang berpenghasilan rendah. Namun anggapan tersebut bisa terbalik jika Anda bisa menjalankan bisnis peternakan kambing dengan benar.

Untuk menjalankan usaha beternak kambing secara sukses dan menguntungkan diperlukan beberapa mental yang kuat, antara lain :

  • Serius dan penuh semangat
  • Sabar dan ulet
  • Tekun atau rajin

Demikianlah cara memulai usaha ternak kambing yang sukses. Bisnis budidaya kambing dapat menghasilkan keuntungan materi besar, juga dapat melatih jiwa kepemimpinan dan kesabaran seseorang sesuai syariat Islam. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *